Manado, MS
Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) sukses berjaya di bumi Nyiur Melambai. Kemenangan
besar berhasil diperoleh dalam kompetisi politik Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada) serentak Sulawesi Utara (Sulut) 9 Desember 2020 silam. Sukses itu
sekaligus jadi kado spesial partai berlambang Banteng Moncong Putih yang
baru-baru ini merayakan Hari Ulang Tahun ke-48. Namun menjadi parpol yang
mendominasi pemerintahan, PDIP kini ditantang. Banyak pihak berharap,
sinergitas pemerintahan yang terjalin dari pusat, provinsi hingga
kabupaten/kota akan mewujudkan pembangunan di Sulut yang semakin maju ke depan.
Di Sulut, PDIP kini
tampil sebagai partai yang memegang peranan besar di jajaran top eksekutif.
Mulai dari tingkat provinsi hingga 9 kabupaten kota kini berhasil dikuasai. Kabupaten
kota tersebut yakni Manado, Minahasa, Tomohon, Minahasa Utara, Minahasa
Tenggara, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bitung, dan Sitaro.
Pengamat politik Sulut
Dr Ferry Daud Liando menilai, PDIP mendominasi kemenangan tidak hanya membawa
dampak politik bagi internal partai, tapi secara umum juga bisa memberi
pengaruh pada sinergitas pemerintahan.
“Secara teoritis, pembangunan di daerah akan lancar jika terjadi
sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintahan provinsi dan kabupaten kota,”
ujarnya, Senin (11/1) kemarin.
Dosen Fakultas Ilmu
Sosial Politik Universitas Sam Ratulangi ini menilai, selama ini kondisi
tersebut tidak terjadi di Sulut. Menurut dia, kemungkinan besar belum lancarnya
pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah di Sulut tahun-tahun
sebelumnya disebabkan soliditas, harmonisasi dan sinergitas pembangunan yang
belum berjalan lancar.
“Yang kita lihat
sebelumnya, sinergitas pemerintah provinsi dan sebagian pemerintah kabupaten
kota tidak berjalan. Ego sektoral cukup kuat dan harmonisasi tidak jalan.
Gubernur yang diusung PDIP pada Pilkada 2015 kerap tidak dipatuhi oleh
bupati/walikota yang diusung dari parpol lain. Akibatnya pemerintahan dalam
semua level berjalan sendiri-sendiri tanpa arah,” katanya.
Bahkan dari
pengamatannya di lima tahun terakhir, sebagian pemerintah di kabupaten dan kota
langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat tanpa melewati koordinasi dengan
pemerintah provinsi. Parahnya lagi menurut dia, gubernur pun sulit menertibkan
sebagian kepala daerah dikarenakan sebagian bupati/walikota tidak menganggap
gubernur sebagai atasan mereka.
Namun dengan
didominasinya PDIP sebagai pemenang Pilkada di sejumlah daerah, Liando
memandang, potensi sinergitas pemerintahan akan dapat terwujud. “Untuk
lima tahun kedepan tentu akan berbeda karena Gubernur yang juga selaku Ketua
DPD PDIP Sulut akan dengan leluasa memerintah kepala daerah yang diusung PDIP.
Sehingga memungkinan Sulut akan lebih maju. Namun demikian apakah hipotesis ini
benar, masih perlu dibuktikan lima tahun kedepan,” katanya.
WARNING PENYALAHGUNAAN
KEKUASAAN /// anak jdl
Tampil mendominasi
tatanan eksekutif di hampir semua kabupaten kota di Sulut menjadikan PDIP makin
kuat dan dominan. Namun demikian, partai berlambang Banteng Moncong Putih
diingatkan untuk tidak jumawa. Menurut Liando, hal yang perlu dijaga atau
dikendalikan yaitu potensi penyalahgunaan kekuasaan. Sebab kata dia, makin
besar pengaruh dan kekuasaannya maka kecenderungan untuk abuse of power bisa
saja terjadi.
“Sebab PDIP tidak
hanya menguasai eksekutif akan tetapi juga menguasai legislatif baik di
provinsi maupun kabupaten/kota. Tentu yang perlu dijaga yaitu munculnya potensi
abuse of power,” katanya.
Liando pun
mencontohkan Partai Golkar yang tampil sebagai partai penguasa orde baru namun
akhirnya jatuh karena monopoli kekuasaan. Menurut dia, dimana ada monopoli,
kecenderungan penyalahgunaan kekuasan rentan terjadi.
“Tapi saya yakin PDIP
adalah tetap sebagai partai wong cilik sehingga apa yang saya khawatirkan tidak
akan terjadi,” tandas Liando.
KADO SPESIAL HUT KE-48
PDIP /// anak jdl
Sementara di kalangan
elit PDIP Sulut, capaian menang besar di Pilkada Serentak 2020 menjadi kado
spesial di momentum HUT ke-48 PDIP tahun ini. "Makanya Ibu ketua umum
Megawati berterima kasih kepada anak ranting, pengurus ranting, pengurus PAC,
tingkatan DPC, DPD yang solidnya pengurus dalam mengawal kompetisi pilkada
kemarin, seperti juga kita di Sulut tapi penyampaian ibu ketum kemarin itu
untuk umum," tutur politisi PDIP Sulut, Hilman Idrus yang juga selaku
anggota Komisi IV DPRD Sulut.
Selaku pengurus DPC
Kota Manado, menurutnya, pilkada di Sulut baru-baru ini menjadi tonggak sejarah
bagi PDIP, khususnya di Kota Manado. Hal itu karena PDIP berhasil merebut
Negeri Wenang setelah 20 tahun lebih tidak memegang kendali eksekutif.
"Kali ini
kita kader-kader terbaik memimpin kota Manado. Maka ke depan harapannya
apa yang menjadi semangat partai dapat kita implementasikan kepada kepemimpinan
di kota Manado," harapnya.
Anggota Komisi 3 DPRD
Sulut, Boy Tumiwa dari Fraksi PDIP menyampaikan hal serupa. Ia menuturkan, di
momen HUT PDIP sangat bersyukur karena baru saja memberikan hasil maksimal di
Pilkada Sulut. "Ini luar biasa semasa di partai hadir baru ini dari 8
pilkada 7 kita menang. Ini berkat hasil perjuangan pak Olly Dondokambey dan
Steven Kandouw dengan strategi yang luar biasa memenangi pilkada,"
paparnya.
Wakil Ketua DPD PDIP
Sulut, Berty Kapoyos juga ikut menanggapi antusias kemenangan besar PDIP di
Pilkada serentak 2020. Baginya pencapaian itu cukup maksimal dan merupakan
kebanggaan, khususnya di momen HUT PDIP.
"Ini berkat
prestasi gubernur bapak Olly dan wakil gubernur bapak Steven yang memimpin
selama 4 tahun yang kini memasuki 5 tahun. Efeknya kepada pilkada di kabupaten
kota dan Provinsi Sulut. Ke depan saya harapkan juga masyarakat dapat
mempercayakan PDIP untuk bisa memimpin eksekutif dalam pilkada
selanjutnya," ujar Berty.
Selain itu
menyampaikan terima kasih karena masyarakat Sulut dapat mempercayakan PDIP
memimpin. Sekaligus berterima kasih kepada masyarakat karena PDIP yang
melaksanakan pemerintahan sekarang di bawah pimpinan Presiden Jokowi dan di
Sulut Gubernur Olly Dondokambey yang tentunya telah merasakan dampak ke
pemerintahan kader PDIP. "Pak Olly sebagai bendahara umum sehingga
mendapat kepercayaan dari pusat untuk dana-dana bisa mengalir ke Sulut,"
kunci Ketua Komisi 3 DPRD Sulut ini.(arfin tompodung/jackson kewas)