- by david hall
- 5 tahun yang lalu
TIMOTHY Bitty anak usia 8 tahun yang hilang sejak Jumat 22
Januari akibat terbawa arus drainase (saluran air) di Desa Kawangkoan Baru,
Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), ditemukan pada Minggu pagi
(24/1). Timothy ditemukan Tim Gabungan Satuan Tugas (Satgas) dalam kondisi
tidak bernyawa.
Dijelaskan Camat Kalawat Alexander Warbung, tim yang
dipimpin Basarnas dibantu TNI-Polri serta BPBD dan masyarakat serta relawan
pencinta alam sudah berhasil menemukan korban sekira pukul 10 pagi.
“Untuk lokasi tepatnya hampir dekat air terjun yang cukup
jauh dari Kawangkoan Baru titik lokasi pencarian. Kami pemerintah menyampaikan
terima kasih kepada petugas gabungan yang sudah bahu-membahu melakukan
pencarian korban. Meski banyak halangan dan rintangan dalam upaya pencarian,
namun upaya yang dilakukan boleh membuahkan hasil dengan menemukan jenazah
korban,” terangnya.
Ditambahkan Kepala BPBD Minut Jofieta Supit bahwa saat ini
jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga. “Kami Pemerintah
Kabupaten Minahasa Utara melalui BPBD sudah serahkan jenazah kepada keluarga
dan telah dibawa ke kediaman korban,” ungkap Supit.
Sebagaimana diketahui personil gabungan yang turun melakukan
pencarian diantaranya, Basarnas 12 Personil, TNI 6, Polisi 6, BPBD 6, Baguna 4
Orang, FKPA 10 Orang, RAPI 5 Orang, MPA Tarsius 6 Orang dan Masyarakat setempat
20 Orang.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham
Abast, membenarkan hal tersebut. “Berdasarkan informasi dari Polres Minut,
korban ditemukan tersangkut kayu di dekat air terjun Desa Kawangkoan Baru Jaga
XII,” ujarnya, Minggu siang.
Sesaat usai ditemukan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke
rumah duka, di Kawangkoan Baru Jaga XI, Kalawat, Minut. Rencananya korban
dimakamkan Minggu sore.
Lanjut Abast, Polda Sulut turut berduka cita mendalam atas
kejadian tersebut, juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak
yang turut serta dalam pencarian terhadap korban. “Kami juga mengimbau para
orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terlebih jika
bermain di luar rumah, untuk menghindari hal-hal yang bisa berakibat fatal,”
pungkas Abast.
Sebelum kejadian korban sedang bermain bersama
teman-temannya di sekitar drainase. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke
saluran air, lalu terseret arus yang cukup kuat karena saat itu sedang hujan
deras.(risky adrian/allan doringin)