- by david hall
- 5 tahun yang lalu
Airmadidi, MS
Bencana alam yang melanda sejumlah
wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) akhir pekan lalu menyisakan rentetan polemik.
Kritik keras salah satunya menyasar Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara
(Minut). Itu menyusul belum adanya perhatian pemerintah setempat untuk 11 rumah
terdampak bencana yang diterjang gelombang pasang di Desa Gangga I, Kecamatan
Likupang Barat.
Aktivis muda Minut, Donald
Rumimpunu, bersuara. Dia menyayangkan belum adanya perhatian dan upaya seperti
penyaluran bantuan dari pemerintah kabupaten terhadap masyarakat yang terdampak
bencana. “Mestinya pemerintah daerah peka dan tanggap dengan kondisi seperti
ini,” tegas Rumimpunu.
Dia berharap kejadian seperti itu
bisa menjadi perhatian bersama terutama pemerintah daerah dalam memulihkan
kondisi pasca bencana. Bahkan ke depan, pemerintah diminta untuk memetakan
lokasi darurat rawan bencana.
“Ke depan dengan kejadian-kejadian
seperti ini harusnya bisa menjadi perhatian bersama terlebih pemerintah dalam
menentukan lokasi darurat rawan bencana yang pantas dan tepat,” tandas
Rumimpunu.
Sebelumnya, Hukum Tua Desa Gangga I
Moses Corneles ketika dikonfirmasi mengakui kalau pihaknya telah melaporkan
kejadian itu ke Pemkab Minut. “Sampai saat ini belum ada perhatian dan bantuan
dari Pemkab Minut. Padahal saat kejadian sudah kami laporkan. Kasihan mereka
juga belum bisa melaut karena kondisi cuaca seperti ini,” aku Corneles yang
juga mantan anggota DPRD Minut tersebut.
Namun demikian dirinya bersyukur
ada beberapa keluarga dan komunitas yang peduli telah membawakan bantuan. Hukum
Tua juga mengakui kalau pihaknya juga telah mengusulkan ke pemerintah daerah
untuk membangun tanggul pemecah ombak yang berfungsi sebagai pelindung
pemukiman warga dari gempuran ombak.
“Jadi untuk jangka pendek kami
mengusulkan bantuan untuk keluarga 11 rumah yang diterjang gelombang pasang.
Sedangkan untuk jangka panjang kami mengusulkan dibangun tanggul pemecah
ombak,” tutur Corneles, kemarin.(risky adrian)