Rabu, 15 Juli 2026
Manado (Kembali) Babak Belur

Manado (Kembali) Babak Belur



Laporan: Devy KUMAAT

 

WARGA Manado bergumul. Cuaca ekstrem kembali picu banjir dan tanah longsor pada Jumat (22/1), pekan lalu. Bencana besar itu merupakan yang kedua kalinya terjadi di ibukota Sulawesi Utara (Sulut) setelah tragedi serupa Sabtu (16/1).

 

Bencana kedua di awal tahun 2021 dinilai cukup parah. Informasi yang dirangkum media ini, sejumlah wilayah dataran tinggi pun ‘dihajar’ banjir. Fenomena langkah ini baru pertama kali terjadi. Selain itu, area bencana meluas hingga menjangkau delapan kecamatan.

 

Teranyar, bencana kedua tersebut menyebabkan korban jiwa serta kerugian material. Selanjutnya, ada delapan kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Tikala, Wenang, Tuminting dan Singkil (lihat rincian data, red).

 

Dijelaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Donald Sambuaga, saat kejadian pemerintah bersama pihak terkait langsung turun lapangan menyikapi kondisi tersebut. Meliputi TNI, Polri, Basarnas, para relawan serta masyarakat. Semuanya  bersatu padu bekerja keras melakukan evakuasi terhadap korban bencana serta melakukan pendataan.  "Kebutuhan evakuasi saat itu dengan perahu karet dilakukan. Meski kurang ditambah lagi saat itu banyak warga terjebak macet dijalankan yang genangan air cepat tinggi," ujarnya.

 

Kejadian ini merujuk peringatan dini cuaca dari BMKG, dimana wilayah Sulut memang berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang pada tanggal 20 hingga 22 Januari 2021.

 

Terpisah, Walikota Dr Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL), mengimbau supaya warga Manado agar tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini. Khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. "Mari rakyatku di Kota Manado tetap kita waspada dengan cuaca ekstrem saat ini. Apabila hujan deras dan lama, yang tinggal di wilayah rawan banjir dan tanah longsor dapat mengungsi di lokasi yang aman," imbau Walikota dua periode itu.

 

Untuk diketahui, Walikota GSVL telah menyerahkan bantuan untuk korban terdampak bencana tanah longsor dan banjir di Kantor Walikota, Sabtu (23/1). Bantuan diserahkan kepada para Camat untuk segera disalurkan kepada korban terdampak bencana alam.

 

Pada kesempatan itu, Walikota menegaskan selain bantuan dari Pemkot Manado, ada bantuan yang masuk melalui Posko Bencana Alam Kota Manado dari kabupaten dan kota, pihak swasta dan lainnya. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara - saudara kita yang ditimpa bencana alam. Mari kita berdoa agar bencana alam dilalukan dari kota Manado yang kita cintai bersama," ucap Walikota.(*)

 

baca juga