- by david hall
- 5 tahun yang lalu
Laporan: Devy KUMAAT
WARGA Manado bergumul. Cuaca ekstrem kembali picu banjir dan
tanah longsor pada Jumat (22/1), pekan lalu. Bencana besar itu merupakan yang
kedua kalinya terjadi di ibukota Sulawesi Utara (Sulut) setelah tragedi serupa
Sabtu (16/1).
Bencana kedua di awal tahun 2021 dinilai cukup parah.
Informasi yang dirangkum media ini, sejumlah wilayah dataran tinggi pun
‘dihajar’ banjir. Fenomena langkah ini baru pertama kali terjadi. Selain itu,
area bencana meluas hingga menjangkau delapan kecamatan.
Teranyar, bencana kedua tersebut menyebabkan korban jiwa
serta kerugian material. Selanjutnya, ada delapan kecamatan terdampak yaitu
Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Tikala, Wenang, Tuminting dan
Singkil (lihat rincian data, red).
Dijelaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Manado Donald Sambuaga, saat kejadian pemerintah bersama pihak terkait langsung
turun lapangan menyikapi kondisi tersebut. Meliputi TNI, Polri, Basarnas, para
relawan serta masyarakat. Semuanya
bersatu padu bekerja keras melakukan evakuasi terhadap korban bencana
serta melakukan pendataan.
"Kebutuhan evakuasi saat itu dengan perahu karet dilakukan. Meski
kurang ditambah lagi saat itu banyak warga terjebak macet dijalankan yang
genangan air cepat tinggi," ujarnya.
Kejadian ini merujuk peringatan dini cuaca dari BMKG, dimana
wilayah Sulut memang berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat
serta angin kencang pada tanggal 20 hingga 22 Januari 2021.
Terpisah, Walikota Dr Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut
(GSVL), mengimbau supaya warga Manado agar tetap waspada dengan kondisi cuaca
saat ini. Khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana.
"Mari rakyatku di Kota Manado tetap kita waspada dengan cuaca ekstrem saat
ini. Apabila hujan deras dan lama, yang tinggal di wilayah rawan banjir dan
tanah longsor dapat mengungsi di lokasi yang aman," imbau Walikota dua
periode itu.
Untuk diketahui, Walikota GSVL telah menyerahkan bantuan
untuk korban terdampak bencana tanah longsor dan banjir di Kantor Walikota,
Sabtu (23/1). Bantuan diserahkan kepada para Camat untuk segera disalurkan
kepada korban terdampak bencana alam.
Pada kesempatan itu, Walikota menegaskan selain bantuan dari
Pemkot Manado, ada bantuan yang masuk melalui Posko Bencana Alam Kota Manado
dari kabupaten dan kota, pihak swasta dan lainnya. "Kami berharap bantuan
ini dapat meringankan beban saudara - saudara kita yang ditimpa bencana alam.
Mari kita berdoa agar bencana alam dilalukan dari kota Manado yang kita cintai
bersama," ucap Walikota.(*)