- by david hall
- 5 tahun yang lalu
Jakarta, MS
Tragedi memilukan mendera Indonesia di awal tahun. Belum
habis penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kini longsor Sumedang
dan jatuhnya pesawat Sriwijaya menjadi masalah baru. Gerak Presiden Joko Widodo
(Jokowi) pun diuji.
Dua peristiwa itu menggemparkan masyarakat Indonesia di hari
yang sama. Bencana longsor di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan
Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat terjadi, Sabtu (9/1). Lokasinya berada di
wilayah perumahan. Longsor tersebut diketahui terjadi dua kali. Pertama pukul
15.30 WIB dan longsoran kedua terjadi pada pukul 18.30 WIB. Hingga, Minggu
(10/1), total ada 13 korban meninggal yang berhasil ditemukan dan 27 orang
masih hilang.
Dari jumlah korban tewas itu, di antaranya adalah Komandan
Koramil Cimanggung Kapten Inf Setiyo Pribadi, Kepala Seksi Trantibum Kecamatan
Cimanggung Suhada dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang Yedi.
Mereka tertimbun longsor susulan saat hendak melakukan evakuasi warga yang
menjadi korban di lokasi kejadian pada longsor pertama. Gubernur Jawa Barat
Ridwan Kamil mewanti-wanti pemerintah Kabupaten Sumedang agar lebih tegas
menindak pelanggaran tata ruang, menyusul bencana longsor yang merenggut 13
orang di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang,
di areal perumahan. "Kepada Pemda (pemerintah daerah) Sumedang diminta
untuk terus tegas dalam menindak pelanggaran tata ruang dan terus mengedukasi
masyarakat tentang bahayanya bermukim di zona rawan longsor dan pentingnya
menanam pohon berakar kuat di lahan-lahan curam," ujar Ridwan dalam
unggahan Instagramnya, @ridwankamil, Minggu (10/1).
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu diketahui meninjau
langsung lokasi longsor, bersama Forkompinda Jabar, Forkompimda Sumedang, BNPB,
Basarnas, BPBD dan relawan.
"Terjadi longsor karena curah hujan ekstrim yang
menimbun banyak rumah dan masyarakat. Korban jiwa yang sudah ditemukan 13
orang, belasan warga lainnya belum ditemukan. Mohon doanya semoga bisa
ditemukan secepatnya," tutur Kang Emil.
Selain longsor Sumedang, Indonesia pula dihebohkan dengan
jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute
Jakarta-Pontianak. Pesawat ini disebut hilang kontak pada, Sabtu (9/1), pukul
14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan
Pulau Laki. Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11
nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah
melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000
kaki.
Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14.36
WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB.
Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca. Berdasarkan data manifes, pesawat
yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan
12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga
bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.
Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan
pencarian Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan
Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik
Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sejumlah armada angkatan laut milik TNI dikerahkan, sekitar
10 kapal diterjunkan ke lokasi diduga jatuhnya pesawat di antara Pulau Laki dan
Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Di antara kapal-kapal TNI AL yang
dikerahkan yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 mengangkut para kru SAR dan juga awak
media. Lalu KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL
(Pushidrosal).
DPR: JANGAN BERSPEKULASI ////ANKJDL
Ragam tanggap publik ikut berdatangan atas jatuhnya pesawat
Sriwijaya Air. Problem ini pula mendapat perhatian serius Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI).
Ketua DPR RI Puan Maharani mengimbau masyarakat untuk tidak
berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di
Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Oleh karena tu, ia meminta masyarakat agar
bersabar menunggu hasil dari tim yang sedang bekerja.
"Jangan berspekulasi tentang penyebab sampai ada hasil
penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi," kata Puan dalam
keterangan tertulis, kemarin.
Terkait peristiwa SJ 182 yang terjadi, Sabtu (9/1) sore,
Puan juga menyampaikan duka citanya. Terutama kepada para keluarga yang
tercatat dalam manifes penerbangan tersebut. Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu
pun meminta pihak berwenang agar mengerahkan seluruh kekuatan guna mendukung
proses pencarian para korban.
"Saya meminta komponen-komponen SAR menerjunkan semua
kekuatannya untuk proses pencarian korban," ucap Puan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, meminta
agar seluruh pesawat maskapai Sriwijaya dapat dilakukan pengecekan secara
detail terhadap izin laik terbang.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, berharap
agar seluruh pesawat maskapai Sriwijaya dapat dilakukan pengecekan secara
detail terhadap izin laik terbang.
"Dari segi teknis ini perlu dilakukan untuk mencegah
terjadinya peristiwa serupa," katanya juga dalam keterangan tertulis.
PRESIDEN INSTRUKSIKAN PENCARIAN MAKSIMAL ////ANKJDL
Langkah serius diambil pemerintah pasca hilangnya pesawat
Sriwijaya. Ultimatum dilayangkan presiden Jokowi. Upaya pencarian diminta
dilakukan secara maksimal.
Arahan presiden itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi
Karya Sumadi. Ia mengungkapkan, Presiden Jokowi ingin proses pencarian
Sriwijaya Air SJ182 dilakukan maksimal.
"Hari ini (kemarin, red) kami bersama panglima,
Basarnas dan TNI AL dan stakeholder akan menuju lokasi. Ini semua atas perintah
Pak Presiden pada pukul 5, menginstruksikan bahwa upaya pencarian dilakukan
secara maksimal," kata Budi di JICT 2, Jakarta, kemarin.
Sementara itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat
untuk berdoa agar pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan
Seribu bisa segera ditemukan. Jokowi memastikan upaya pencarian pesawat dan
juga korban terus dilakukan. Ia menyebut pemerintah telah mengerahkan berbagai
lembaga dalam pencarian dan penyelamatan.
"Sejak kemarin (Sabtu, red), pencarian terus dilakukan.
Kita doa bersama-sama agar penemuan korban dan pesawat bisa segera
dilakukan," kata Jokowi saat memberi sambutan pada hari ulang tahun (HUT)
ke-48 PDIP yang digelar virtual, kemarin.
Jokowi mengatakan, Indonesia diliputi duka atas kejadian
tersebut. Ia mengucapkan bela sungkawa kepada seluruh pihak yang terlibat dalam
insiden Sriwijaya SJ 182. "Masyarakat serta bangsa dan negara saya
menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban," ujar Jokowi.
Presiden meminta KNKT untuk menyelidiki musibah jatuhnya
Sriwijaya Air SJ 182. Dalam keterangan resminya, kemarin, Jokowi menyebut
informasi musibah pesawat jatuh ia terima Sabtu sore. "Saya juga telah
menyampaikan kepada KNKT untuk melakukan kajian penyelidikan terhadap musibah
ini," kata Jokowi.
Jokowi terus mengawasi perkembangan pencarian penumpang dan
badan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu,
DKI Jakarta. "Saya memantau perkembangan pencarian penumpang dan badan
pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak sesaat
setelah kemarin meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta," kata Jokowi dalam
akun media sosial Instagram @jokowi yang dikutip di Jakarta, Minggu 10 Januari
2021. (kompas/cnn/detik)